Going Wordpress
October 21, 2009 1:09 pm UncategorizedBeberapa bulan yang lalu, saya sempat bercakap-cakap gila dengan seorang kawan via yahoo messenger. Obrolan sinting yang nggak jauh dari blog, dotcom, dan apa yang terjadi kalau kita bakalan pergi suatu saat nanti. Iya, pergi yang artinya no longer exist in the world a.k.a mati.
Cukup sinting, memang, karena ngapaaiiiinn juga ngomongin soal mati-matian hari begini. Cuman, yaa… kadang, emang perlu bicara hal-hal yang kita takutkan daripada harus menghindarinya terus menerus, kan? Facing our biggest fear could be the only way to be brave.
Dan itulah yang kami lakukan malam itu. Talking about death dan hal-hal yang berhubungan dengannya… ya, dengan becandaan pastinya.
Malam itu.. kami bicara soal:
“What if one day we die? Ntar yang ngurusin blog kita sapa, dong?”
Ya. Untuk dicatat, saya dan dia memang memiliki situs blog dengan ujung dotcom dan dotnet.
Dia bilang, “Kalo situs gratisan sih enak, La… Biar kata ntar kita mati juga, tetep eksis tuh blognya. Lah, kalo yang dotcom dan dotnet macam kita gini, siapa yang ngurusin coba? Siapa yang bakal dengan rutin ngebayarin iuran tahunan? Nge-back up data?”
Saya terkekeh.
“Kita musti buat ahli waris, Mas,” kata saya. “Supaya nanti kalau udah mati beneran, paling nggak tulisan kita tetap eksis…”
Sekalipun kami berdua akhirnya tertawa geli malam itu, saya kemudian berpikir, “Ahli waris untuk ngebayarin blog? Aje gile!”
Saya nggak akan mungkin ngerepotin orang lain untuk membayar iuran tiap tahunnya, hanya supaya orang lain tetap bisa bernostalgia dengan membaca tulisan-tulisan lama saya. Saya nggak mau juga tulisan saya kemudian hilang tanpa dokumentasi, kelak, kalau saya sudah meninggalkan dunia ini.
Keegoisan saya (ya, there I said it), membuat saya kemudian berpikir: “Daripada saya pusing-pusing mikirin daftar ahli waris, kenapa saya nggak going backward aja, menulis di situs gratisan, seperti tahun kemarin?”
Berbulan-bulan saya memikirkan hal yang nggak penting ini, sampai akhirnya semalam tadi, saya memutuskan untuk benar-benar kembali. Menulis lagi di situs gratisan yang artinya saya tidak perlu merepotkan siapapun juga.
Jadi, teman-temanku tersayang…
Mulai hari ini, saya akan menulis di http://jeunglala.wordpress.com saja. Tenang, santai, dan nggak perlu membebani siapapun kecuali saya…
Terimakasih udah main-main ke jeunglala.com yang ternyata usianya muda banget…
Terimakasih buat Ria, yang udah repot-repot bantuin saya bikin situs ini, bulan Maret kemarin. Yang udah ngasih themes dan segala macemnya…
Terimakasih buat Imelda Coutrier, yang sempat mengotak-atik themes juga karena saya memang orang yang sangat pembosan…
Saya tahu, ini mungkin stupid and ridiculous decision… Tapi, yaa… untuk saat ini, saya tahu, ini yang membuat senyum saya terkembang…
Silahkan main-main ke rumah saya yang lama…
My house is maybe changed..
Tapi tidak dengan nyawa yang tinggal di sana.
I’ll see you there!
**
Kantor, Rabu, 21 Oktober 2009, 1:07 Siang


Chic :
Date: October 21, 2009 @ 2:23 pm
welcome back!
[Reply]
Hery Azwan :
Date: October 21, 2009 @ 2:57 pm
Itulah sebabnya La aku nggak mau pindah ke dotcom. Aku udah sejak awal memahami seperti yang kamu takutkan itu. Jadi, cukuplah yang gratisan karena akan abadi, selama perusahaannya tidak bangkrut toh. Si Matt, bosnya Worpress berjanji nggak akan menghapus postingan kita sampai akhir hayat. jadi, seandainya kita game, mudah2an keturunan kita bisa berziarah di blog kita.
[Reply]
Riris E :
Date: October 21, 2009 @ 3:15 pm
duh, jadi ini mo ditutup ga mo bayar lagi gitu??
[Reply]
lala :
Date: October 21, 2009 @ 3:19 pm
@ Chic :
Tenkyu, Chi!
@ Bang Hery :
Aku malah baru kepikiran, Bang… Makanya, sebelum nulis makin banyak, mending aku balik kucing ajah.. hihihi
@ Mbak Riris :
He eh, Mbak.. Enak yang gratisan aja.. Abadi.. Ga perlu repot2 back up juga… hehehe
[Reply]
Indah :
Date: October 21, 2009 @ 3:23 pm
Ahahaha.. selamat datang kembali di Wordpress, Laa.. hihihi
Gua saking “ketakutannya” kalo blog yang gua bikin bakal tamat riwayatnya (maklum bukan situs blog yang tenar macam Blogspot or Wordpress seeh :p) ampe bikin backup di Wordpress juga, wakakakakak :p
Yukk marii.. kita manfaatkan yang gratisaaann ^o^
[Reply]
lala :
Date: October 21, 2009 @ 3:36 pm
@ Indah :
Hehehehe…. dasar SC, sama aja ma gue…
Tapi emang, gue juga baru denger ada yang namaya blogdrive… kirain lo yang punya… wakakakakaka…
yuks, mari manfaatkan blog gratisan!
[Reply]
vizon :
Date: October 21, 2009 @ 4:46 pm
Aku kudu harus mempertahankan yang dotkom La… soalnya itu adalah main domainku untuk yang lainnya, terutama e-learning. kalau aku matikan, nanti mahasiswaku gimana kuliahnya…?
tapi, untuk blog yang di WP, tetap aku idupkan kok. jadi, apa yang ada di dotkom, tetap ada di WP, semacam mirror post gitu… hehehe…
eh, si mas yang chatting denganmu itu bukannya si mas yang dotkom-nya jungkir balik tempo hari ya…?
[Reply]
lala :
Date: October 21, 2009 @ 5:14 pm
Hehehe.. Aku ndak punya mahasiswa, Uda…Jadi yaa, gampang nutupnya…
Si Mas yang chatting sama aku?
He eh, si mas yang blognya jungkir balik itu!
[Reply]
nh18 :
Date: October 21, 2009 @ 10:35 pm
Let’s see …
Let’s see …
You know what I mean …
hehehehe
[Reply]
ikkyu_san :
Date: October 22, 2009 @ 2:16 am
hehehe kalau itu sebetulnya sih gampang aja La. bikin mirrorpage di wordpress di blogspot beres …. ;))
lagian domain bisa kok dibeli sampe 25 tahunan. Sebuah kekhawatiran yang tidak perlu untuk seorang penulis yang sudah menelurkan 2 buku kan? Pasti sudah akan banyak buku yang kamu tulis sampai saat kamu mati.Cuma kalo udah masalah ngga mau keluarin duit ya ngga bisa diganggu-gugat lagi kan?
Pramoedya aja ngga punya website bisa terkenal gitu dan dikenang orang terus kok hehehe.
soal aku ngebantuin themes? wah itu mah gampang… ngga perlu terima kasih. wong aku emang suka kok hihihi
mau di dotcom kek, wordpress kek, blog ini adalah blog kamu dan kamu berhak berbuat sesuka kamu kan? seperti kata sahabat kita yessy….
lets see deh…ikutan mas trainer
EM
[Reply]
Oemar Bakrie :
Date: October 23, 2009 @ 4:21 pm
baru denger lagi istilah “balik kucing” … hihihi … kayaknya cuma orang Jawa Timur yg tahu maksudnya …
Menuju ke TKP (halah!) …
[Reply]
Hilman :
Date: October 26, 2009 @ 11:36 am
Yaaaah, justru kita harus berfikir out of the box, La. Bayangin ya, kalo, misalnya, andaikata, jika, if, seandainya (sorry agak panjang, soalnya kemungkinannya keciiiil banget
)
Suatu saat nanti loe jadi seorang penulis yang sangat terkenal. Sampe-sampe saking terkenalnya, pengunjung blog loe dalam sehari bisa mencapai 200 juta orang! Dan semua itu adalah fans loe berat?!?! Abis itu, loe (sorry) MATI! Tentunya dengan telah meninggalkan anak dan cucu.
Bayangkan berapa harga website loe jika dilelang saat itu? Bisa saja mencapai milyaran rupiah! Dan itu berarti warisan yang cukup besar yang bisa loe berikan buat anak cucu loe!
Jadi, apakah loe masih mau menyia-nyiakan kesempatan yang memang sangat kecil kemungkinannya itu?
[Reply]
Bro Neo :
Date: November 2, 2009 @ 5:28 pm
hmmm lama gak berkunjung.. skalinya berkunjung kok….
*meluncur ke tkp, nyusul pak oemar bakrie*
[Reply]
Billy Koesoemadinata :
Date: November 5, 2009 @ 11:16 am
well.. keputusan emang harus diambil meski beberapa hal bakal ditinggal
[Reply]
1nd1r4 :
Date: November 9, 2009 @ 11:29 am
back to wp akhirnya…welkom bek beibeih
[Reply]
dyah suminar :
Date: December 1, 2009 @ 9:58 pm
lala ….apa kabar…
bunda lamaa sekali tidak berkunjung ….
[Reply]
edratna :
Date: December 3, 2009 @ 3:18 pm
Karena hanya sekedar mengurangi stres, latihan menulis, dan agar tetap tak punya beban, saya sejak awal tetap di wordpress. Dan theme nya teteeup aja..walau mungkin orang bosan..biarkan itu jadi trade marku, seperti kata paman Tyo (blogombal.org)
[Reply]
Nug :
Date: December 5, 2009 @ 7:08 am
Aha… Seneng juga, ada tambahan temen yang yg bakalan aktif di wordpress. Soalnya kalo yg beda aliran itu kadang capek juga mau komen, mesti isi segala macam jawaban test, kayak ujian gitu. Hahaha..
Btw, menurutku sih, Blog Gratis, emang akan menolong untuk urusan mati tadi. Tapi juga gak jaminanan, jika suatu hari ada yang merubah policy dan somehow blog kita gak nongol lagi. Jadi apa sekalian, buat wasiat, bayar lawyer (aku, misalnya) untuk nge-sue kalo sampai suatu hari gak nongol lagi sementara yg punya udah bobo2an diarea tanpa signal internet didalam tanah..?? Lalu gimana kalo lawyernya yang malah dut duluan..?? Hahahaha.. susah kan kalo ngomong sama lawyer..? Terlalu banyak hipotetikal issues..
Sejatinya sih yang kamu bikin itu udah benerrrr banget La. Buat BUKU. Walaupun terkesan agak konvesional dan terbatas coveragenya, teorinya sih, printed dokumen seperti itu akan bisa lebih abadi. Karena otomatid tersimpan dalam daftar intelektual properti sebagai karya kita. Tentu aja menggunakan internet terus juga gak salah. Toh keduanya sangat saling mendukung..
Duh.. kapan yaa aku bisa seperti Lala.. bisa nerbitin buku2ku..?
Sementara masih belom bisa, aku nyanyi aka dulu akh… Lalalalala… lalalalala…
[Reply]