October 21, 2009
Uncategorized
18 Comments
Beberapa bulan yang lalu, saya sempat bercakap-cakap gila dengan seorang kawan via yahoo messenger. Obrolan sinting yang nggak jauh dari blog, dotcom, dan apa yang terjadi kalau kita bakalan pergi suatu saat nanti. Iya, pergi yang artinya no longer exist in the world a.k.a mati.
Cukup sinting, memang, karena ngapaaiiiinn juga ngomongin soal mati-matian hari begini. Cuman, yaa… kadang, emang perlu bicara hal-hal yang kita takutkan daripada harus menghindarinya terus menerus, kan? Facing our biggest fear could be the only way to be brave.
Dan itulah yang kami lakukan malam itu. Talking about death dan hal-hal yang berhubungan dengannya… ya, dengan becandaan pastinya.
Malam itu.. kami bicara soal:
“What if one day we die? Ntar yang ngurusin blog kita sapa, dong?” Read the rest…
October 18, 2009
It's me... today
7 Comments
Setelah sekian lama nggak ‘ngebioskop’, akhirnya siang tadi saya terdampar di Studio XXI, Tunjungan Plaza, dengan seorang kawan baik saya, Jazili. Ada beberapa pilihan film yang sempat membuat saya bingung *ya, yang bingung memang cuman saya, karena Jaz bener-bener ngelimpahin semua tanggung jawabnya ke saya. Dasar semprul!*
Read the rest…
October 16, 2009
It's About Me
13 Comments
Suka dengerin lagu, nggak?
Ehm, suka nyanyi juga, nggak?
Saya, sih, suka banget! Saking sukanya, saya dulu pernah mewakili Indonesia ke sebuah kontes nyanyi di Taipe sana dan memenangkan juara Harapan… ya, diharapkan untuk tidak kebanyakan mimpi menjadi wakil Indonesia ke kontes nyanyi-nyanyian, maksudnya!
.. eh, tadi tau, dong, kalau saya bohong? Udah, jangan percaya, deh. Cuman orang khilaf aja yang nekat ngebiarin saya jadi juara di kontes nyanyi, apalagi sampai ngebiarin saya jadi wakil sebuah negara.. Haha! Read the rest…
October 16, 2009
It's About Me
4 Comments
Pernah nonton film Jelangkung, nggak? Atau setidaknya familiar dengan jargon-nya yang mengatakan: “Datang tak diundang, pulang tak diantar”? Oh well, saya sih nggak akan cerita soal hantu-hantuan macam Jelangkung di blog saya, karena eh karena, saya adalah orang yang sangat penakut, sehingga menulis cerita tentang setan adalah nyari penyakit!
Lantas kenapa judulnya “Seperti Jelangkung”? Read the rest…
October 13, 2009
Thoughts to Share
8 Comments
Seseorang memang tidak akan pernah bisa berjalan dengan memakai sepatu orang lain. Okay, not literally, tidak sungguh-sungguh dengan meminjam sepatu orang lain lalu kamu memakainya untuk pergi ke suatu tempat, tapi mencoba memakai ’sepatu’ orang lain untuk mengetahui bagaimana persisnya menjadi seorang pemilik ’sepatu’ itu.
Merasakan apa yang orang lain rasakan.
Mendengarkan apa yang orang lain dengarkan.
Menganalisa dan berpikir seperti orang itu.
To walk in someone else’s shoes means to become someone else. Sepaket lengkap dengan cara pandang, cara bereaksi, cara berpikir, cara mengatasi masalah… One whole package… semuanya.
Tidak ada yang berhasil sepenuhnya ‘memakai sepatu orang lain’. ‘Ukuran’nya tidak akan sama, karena setiap orang memiliki ’sepatu’ yang spesifik. ‘Sepatu’ ini unik karena memiliki bentuk yang mengikuti lekuk-lekuk ‘jemari kaki’ masing-masing orang, yang tentu tidak akan pernah pas buat orang lain.
That’s why, ada pepatah yang mengatakan, “Nobody could walk in someone else’s shoes.“
Sekalipun buat saya, everybody has the chance to try it on, untuk mengetahui bagaimana rasanya menjadi orang lain, serta untuk berhenti menjustifikasi setiap keputusan orang lain, yang mungkin saja, terasa terlalu tidak masuk akal untuk pemikiran sempit seorang saya… Read the rest…
October 11, 2009
It's About Me
14 Comments
Susah memang, menjadi perempuan yang narsis semacam saya. Perempuan yang sangat ekspresif dalam memuntahkan isi pikirannya di dalam tulisan-tulisan yang terkadang terlalu personal untuk dibagi ke semua orang, ke dalam sebuah blog yang mudah diakses dalam satu klik mouse komputer.
Salah seorang blogger, namanya NH18, pernah menyebut kalau gaya tulisan saya adalah LUGAS. Bahkan, beliau juga pernah bilang kalau saya tuh meledak-ledak bagaiĀ dynamite. Okay, mungkin maksudnya adalah saya tuh perempuan yang bawel dan cerewet. Ya, ya, ya. Point taken, Om. Saya ngerti
Read the rest…
October 1, 2009
Just a Thinking, Thoughts to Share, daily's blings
16 Comments
Cincin itu selalu melingkar di jari manisnya. Cincin bermata berlian mungil, dengan perfect cut, yang berkilau sempurna ketika tertimpa cahaya itu selalu melingkar di jari manisnya dan tak pernah sekalipun tanggal dari sana, mengikuti kemanapun ia melangkah pergi.
Pernah suatu kali seorang teman bertanya padanya ketika ia kelimpungan saat mengetahui jarinya telanjang tanpa cincin berlian mungil itu tadi, “Bukannya tadi kamu sudah telepon ke rumah dan tahu persis kalau cincin itu ada di kotak perhiasan, di meja riasmu? Dan sudah diamankan oleh Ibumu?”
Dan ia mengangguk, tapi sembari berkata, “Iya, sih. Tapi kamu tahu, kan, apa artinya cincin itu buat aku?” Read the rest…
September 27, 2009
It's me... today, Thoughts to Share
9 Comments
Saya tahu, dunia tidak hanya bergerak di bawah kaki-kaki saya. Malah, saya tahu persis kalau bola dunia bergerak di milyaran pasangan kaki manusia-manusia yang segelintir di antaranya saya kenal sekali. World revolves under everyone else’s feet, satu kenyataan yang sudah sangat, sangat, SANGAT, saya ketahui.
Tapi ketika hati sedang tak mau kompromi untuk bernyanyi-nyanyi bahkan menyunggingkan sedikit senyum, meski kamu paksa sampai mati, bisakah kamu berpikir kalau dunia sedang becanda tidak lucu padamu? Read the rest…
September 22, 2009
It's About Me, Penting Ga Penting...
15 Comments
I hate being single in this time around... er, yang saya maksud ‘around‘ adalah ketika sedang berkunjung ke rumah saudara-saudara saat lebaran kemarin. Yeah, yeah. Typical, same old questions.
“Kapan, nih?”
Kapan apanya? Ulang tahun? Oh, masih lama, lima bulan lagi.
Kapan apa? Masuk kantor? Oh, nanti, tanggal 24 September, hari Kamis.
Kapan apaaaa? Lebaran? Lho, kan hari ini! Read the rest…
September 14, 2009
Just a Thinking, Thoughts to Share
17 Comments
Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika perutnya mengalami konstraksi hebat yang membuatnya berteriak-teriak kesakitan. Usianya masih di awal enam belas, dengan tubuh ringkih seorang remaja, ketika sekujur tubuhnya berpeluh menahan denyutan-denyutan tak bersahabat yang membuatnya hampir putus asa dan membuatnya berpikir ulang, “Have I made a clever decision?” Read the rest…